Pada suatu hari di sekolah Dasar suka Maju tepatnya dikelas III duduk seorang gadis bernama ani. ani merupakan anak pendiam dan suka
bermain dengan beberapa teman saja. Saat pelajaran berlangsung, ani disuruh ibu
guru membaca sebuah cerita didepan kelas, namun apa yang terjadi?, ani sering
salah dalam membaca, bahkan tidak jarang ada penyebutan kata yang terbaik-balik
seperti ketika menyebut huruf “c” keliru “j”, huruf “d” berubah menjadi “b”.
ketika dirumah ani juga sangat sulit untuk belajar, hal ini terlihat dari buku
bacaan yang ani baca hampir nihil. Namun ani sangat antusias ketika bermain
game, tepatnya game online. Orangtua ani juga sering mengeluhkan terhadap sikap
ani yang malas belajar dan membaca. Tidak jarang orang tua ani berkonsultasi kepada
guru kelas terkait sikap anaknya. Berdasarkan komunikasi tersebut, ibu ani
mendapatkan hasil bahwa ani didiagnostik mengalami kesulitas belajar.
Berdasarkan cerita diatas, penulis akan menjelaskan tentang
diagnostik kesulitan belajar dan remedial teaching. Mungkin sahabat pembaca
sudah tidak asing lagi dengan kedua istilah tersebut. sesuai dengan kurikulum
K13, yang mengacu pada pembukaan UUD 1945 tujuan pendidikan nasional adalah
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya,
yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan budi
pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kepribadian yang mantap,
dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. tujuan belajar mempunyai tingkat-tingkat
tertentu yang harus dicapai dalam waktu tertentu, karena itu menentukan apakah
seorang siswa mengalami kesulitan belajar atau tidak, perlu adanya diagnosis
kesulitan belajar.
Menurut Thorndike dan Hagen diagnoatik dapat diartikan sebagai upaya
atau proses menemukan kelemahan atau penyakit apa yang dialami seseorang dengan
melalui pengujian dan study yang saksama mengenai gejala-gejalanya. Study yang
saksama terhadap fakta tentang suatu hal yang menemukan karakteristik yang
esensial dan kepuasan yang dicapai setelah dilakukan suatu study yang saksama
terhadap gejala-gejala atau fakta-fakta terhadap suatu hal.
diagnosis kesulitan belajar adalah suatu usaha yang dilakukan untuk
menentukan apakah seorang siswa mengalami kesulitan belajar dengan cara melihat
indikasi-indikasi tertentu seperti:
1.
Nilai mata pelajaran dibawah sedang.
2.
Nilai yang diperoleh dibawah rata-rata nilai kelas.
3.
Prestasi yang didapat tidak sesuai dengan kemampuan intelegensi
yang dimiliki.
4.
Perasaan siswa yang
bersangkutan akan kesulitan belajar.
5.
Kondisi kepribadian siswa yang bersangkutan. Seperti menunjukkan
gejala-gejala tidak tenang, tidak bisa berkonsentrasi, tidak semangat, apatis
dan sebagainya.
Dari penjelasan
diatas dapat disimpulkan bahwa diagnosis kesulitan belajar dengan cara
mengamati kesulitan siswa sehingga bisa menemukan langkah-langkah untuk
memecahkannya.
Remidial
teaching menurut Ischak S. W dan Warji R. Dalam bukunya remedial Teaching
adalah kegiatan perbaikan dalam proses belajar mengajar adalah salah satu bentuk
pemberian bantuan. Pemberian bantuan dalam proses belajar mengajar yang berupa
perbaikan terprogram dan disusun secara sistematis.
Sedangkan dalam
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) remedial berarti pertama, berhubungan
dengan kebaikan, pengajaran ulang bagi siswa yang hasil belajarnya jelek. Kedua
remedial sifatnya menyembuhkan. Sedangkkan “teaching” yang berarti “pengajaran”
memiliki arti proses perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar