Selasa, 18 April 2017

diagnosis kesulitan belajar terhadap siswa dan remedial teaching

Pada suatu hari di sekolah Dasar suka Maju tepatnya dikelas  III duduk seorang gadis bernama  ani. ani merupakan anak pendiam dan suka bermain dengan beberapa teman saja. Saat pelajaran berlangsung, ani disuruh ibu guru membaca sebuah cerita didepan kelas, namun apa yang terjadi?, ani sering salah dalam membaca, bahkan tidak jarang ada penyebutan kata yang terbaik-balik seperti ketika menyebut huruf “c” keliru “j”, huruf “d” berubah menjadi “b”. ketika dirumah ani juga sangat sulit untuk belajar, hal ini terlihat dari buku bacaan yang ani baca hampir nihil. Namun ani sangat antusias ketika bermain game, tepatnya game online. Orangtua ani juga sering mengeluhkan terhadap sikap ani yang malas belajar dan membaca. Tidak jarang orang tua ani berkonsultasi kepada guru kelas terkait sikap anaknya. Berdasarkan komunikasi tersebut, ibu ani mendapatkan hasil bahwa ani didiagnostik mengalami kesulitas belajar.
Berdasarkan cerita diatas, penulis akan menjelaskan tentang diagnostik kesulitan belajar dan remedial teaching. Mungkin sahabat pembaca sudah tidak asing lagi dengan kedua istilah tersebut. sesuai dengan kurikulum K13, yang mengacu pada pembukaan UUD 1945 tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan budi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kepribadian yang mantap, dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.  tujuan belajar mempunyai tingkat-tingkat tertentu yang harus dicapai dalam waktu tertentu, karena itu menentukan apakah seorang siswa mengalami kesulitan belajar atau tidak, perlu adanya diagnosis kesulitan belajar.
Menurut Thorndike dan Hagen diagnoatik dapat diartikan sebagai upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan study yang saksama mengenai gejala-gejalanya. Study yang saksama terhadap fakta tentang suatu hal yang menemukan karakteristik yang esensial dan kepuasan yang dicapai setelah dilakukan suatu study yang saksama terhadap gejala-gejala atau fakta-fakta terhadap suatu hal.
diagnosis kesulitan belajar adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menentukan apakah seorang siswa mengalami kesulitan belajar dengan cara melihat indikasi-indikasi tertentu seperti:
1.      Nilai mata pelajaran dibawah sedang.
2.      Nilai yang diperoleh dibawah rata-rata nilai kelas.
3.      Prestasi yang didapat tidak sesuai dengan kemampuan intelegensi yang dimiliki.
4.      Perasaan  siswa yang bersangkutan akan kesulitan belajar.
5.      Kondisi kepribadian siswa yang bersangkutan. Seperti menunjukkan gejala-gejala tidak tenang, tidak bisa berkonsentrasi, tidak semangat, apatis dan sebagainya.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa diagnosis kesulitan belajar dengan cara mengamati kesulitan siswa sehingga bisa menemukan langkah-langkah untuk memecahkannya.
Remidial teaching menurut Ischak S. W dan Warji R. Dalam bukunya remedial Teaching adalah kegiatan perbaikan dalam proses belajar mengajar adalah salah satu bentuk pemberian bantuan. Pemberian bantuan dalam proses belajar mengajar yang berupa perbaikan terprogram dan disusun secara sistematis.
Sedangkan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) remedial berarti pertama, berhubungan dengan kebaikan, pengajaran ulang bagi siswa yang hasil belajarnya jelek. Kedua remedial sifatnya menyembuhkan. Sedangkkan “teaching” yang berarti “pengajaran” memiliki arti proses perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan.

Jadi remidial teaching adalah suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan, atau pengajaran yang membuat jadi baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar