Pengembangan potensi siswa dan membantu pemecahan masalah yang
dihadapinya, perlu ada kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang
terorganisir, terprogram, dan terarah. Selain itu dituntut keahlian dari guru pembimbing,
dan tersedianya dana serta sarana yang memadai. Perhatian utama siswa yang
biasanya kepada siswa yang bermasalah, kini dipusatkan pada siswa yang normal,
tidak bermasalah, jumlahnya terbanyak, dan potensial untuk dikembangkang.
Melayani siswa disekolah terutama yang jumlahnya banyak perlu
memperbanyak guru pembimbing profesional konseling. Hal ini akan menjaga citra
sekolah dan citra bimbingan konseling yang selama ini banyak tercemar berhubung
dilakukan oleh guru pembimbing yang tidak bekerja secara profesional.
Perbandingan antara seorang guru pembimbing dengan siswa adalah maksimal 1:200,
artinya setiap seorang guru pembimbing melayani 200 siswa selama satu tahun.
Dengan demikian, pembimbing akan dapat memberikan layanan konseling individual
dan bimbingan secara terencana.
Berdasarkan kurikulum SMU 1994, Kegiatan layanan bimbingan dan
konseling terdiri dari:
1.
Layanan
orientasi
Layanan
orientasi adalah layanan bimbingan yang dikoordinir guru pembimbing dengan
bantuan semua guru dan wali kelas, dengan tujuan membantu mengarahkan siswa
dari situasi lama ke situasi baru. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam layanan
orientasi adalah layanan informasi, memberikan keterangan tentang berbagai hal
berkenaan dengan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar, guru, para siswa
lama, lingkungan fisik sekolah, ruang bimbingan dan konseling dan kantor guru
beserta kepala sekolah.
2.
Layanan
informasi
Layanan
informasi dilakukan sepanjang tahun jika diperlukan siswa dan orangtuanya demi
kemajuan studi. Karena itu layanan yang satu ini harus diprogramkan dengan
baik. Jika pada layanan orientasi, adalah karena berkaitan dengan keperluan
siswa baru. Namun, jika para siswa baru telah menjadi senior, mereka tetap
memerlukan layanan informasi. Demikian juga terhadap orang tua siswa, sepanjang
tahun selama anaknya di sekolah mungkin masih memerlukan layanan berbagai
informasi. Layanan informasi meliputi:
a.
Informasi
pendidikan.
b.
Informasi
jabatan/pekerjaan.
c.
Informasi
sosial budaya
d.
Informasi
diri siswa
3.
Layanan
bimbingan penempatan dan penyaluran
Layanan ini
dpimpin oleh guru pembimbing. Akan tetapi dapat juga dilakukan oleh wali kelas
dengan berkonsultasi kepada kepala sekolah atau guru pembimbing. Namun perlu
diingat bahwa kegiatan ini besar kemungkinan akan mengait dengan hal-hal yang
profesional seserti tes psikologi, pembuatan angket khusus, wawancara
konseling, karena itu campur tangan pembimbing profesional tidak dapat
dipungkiri.
4.
Layanan
bimbingan belajar
Layanan
bimbingan belajar yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mengembangkan
diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi belajar
yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek
tujuan dan kegiatan belajar lainnya. Hal ini berarti siswa memiliki kemampuan
lebih dapat menyelesaikan masa belajarnya lebih cepat dan berkualitas.
Kegiatan ini
dilakukan oleh guru pembimbing dan dibantu oleh wali kelas dan guru lainnya. Dalam
hal-hal kesulitan belajar dengan kadar latar belakang psikologis yang agak
dalam, maka penanganannya memerlukan cara-cara yang profesional.
Diagnosis
kesulitan belajar adalah suatu cara untuk membantu siswa mengatasi kesulitan
belajar yang dihadapinya. Dengan metode diagnostik ini akan diketahui
sebab-sebab kesulitan tersebut.
5.
Layanan
konseling individual
Layanan
konseling individual adalah layanan yang diberikan oleh konselor kepada seorang
siswa dengan tujuan berkembangnya potensi siswa, mampu mengatasi masalah
sendiri dan dapat menyesuaikan diri secara positif.
6.
Layanan
bimbingan kelompok
Layanan
bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan kepada sekelompok
siswa untuk memecahkan secara bersama masalah-masalah yang menghambat
perkembangan siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar